IBX5A2F9222D4AE8

Rabu, 02 Mei 2018

Inilah yang Menjadi Penyebab Cuaca Ekstrem di Indonesia Menurut BMKG

Saat ini kondisi cuaca di Indonesia sedang mengalami cuaca yang ekstrem, Beberapa wilayah pun dilanda cuaca ekstrem tersebut seperti hujan disertai puting beliung di Jogjakarta dan Minahasa, banjir di Cilegon dan Bumi Ayu, dan lainnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) sebelumnya menjelaskan cuaca ekstrem tersebut adalah dampak dari musim pancaroba atau peralihan dari penghujan ke kemarau yang sedang terjadi di Indonesia. Terkait hal tersebut, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Drs. Herizal M.Si, menjelaskan berkembangnya aktifitas cuaca signifikan beberapa hari ini di sejumlah wilayah disebabkan oleh beberapa hal.


Selain pengaruh dinamika cuaca lokal, giatnya aktivitas cuaca juga didukung oleh aktifnya aliran massa udara basah yang dikenal dengan fenomena skala regional Madden Julian Oscilation (MJO) atau fenomena gelombang atmosfer tropis. Aliran MKO merambat ke arah timur, dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik. "MJO memiliki siklus perambatan 30 sampai 90 hari, dan dapat bertahan pada suatu fase (lokasi perambatan yang digambarkan dalam kuadran) sekitar 3 sampai 10 hari," ujar Herizal.

Ia menerangkan, saat ini fase basah (konvektif) MJO terpantau sudah berada di kuadran 4, di wilayah Benua Maritim Indonesia. "MJO fase ini memberikan pengaruh dalam meningkatkan suplay uap air yang berkontribusi pada pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah," terangnya. "MJO kali ini juga berkaitan dengan berkembangnya banyak pusaran di sekitar wilayah Indonesia yang memicu pemusatan massa udara dan jalur pertemuan angin (konvergensi) yang dapat memicu pertumbuhan awan yang signifikan," sambungnya. 

Herizal berkata, dari sisi iklim kehadiran MJO dapat meredam suhu panas dan hari kering di beberapa daerah yang sudah memasuki musim kemarau. Namun, hal ini tidak berarti musim kemarau menjadi tertunda. "MJO diperkirakan aktif hingga awal Mei nanti. Setelah itu kondisi atmosfer akan kembali cenderung kering, musim kemarau diperkirakan dominan di semua tempat di Pulau Jawa," kata Herizal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda memiliki komentar seputar topik pembahasan ini?. Silakan berbagi dengan pembaca lainnya.

Tentang Berjibaku

Selamat datang di Berjibaku, blog yang menyediakan ragam informasi menarik dari dalam maupun luar negeri. Berjibaku menyediakan berbagai artikel dengan tema lifestyle, unik, karir, hubungan asmara, otomotif, motogp, teknologi, wisata, hiburan dan umum.

Semoga waktu yang Anda luangkan untuk membaca artikel-artikel di blog ini menjadi waktu-waktu yang menyenangkan dan menghibur.

Salam,
Admin

Ikuti via email

Kontak Admin

Nama

Email *

Pesan *