IBX5A2F9222D4AE8

Senin, 09 April 2018

Semut Berinteraksi degan Aroma yang Tidak Dihasilkan Oleh Tubuhnya

Semut sering kali disebut sebagai hewan yang bergotong royong, hewan kecil yang satu ini pun dapat berkomunikasi dengan kawanannya sehingga dapat mengetahui simana sumber makanan. Jika dilihat semut melakukan interaksi seperti orang yang sedang bersalaman itu karena komunikasi yang dilakukan antar semut muncul karena senyawa kimia dari dalam tubuhnya yang disebut pyrazine. Jejak aroma dari pyrazine itulah yang memandu semut lain menuju sumber makanan atau kembali ke sarang. Menariknya, senyawa kimia ini tidak dihasilkan oleh semut. Namun oleh mikroba lain yang tinggal di tubuh semut.


Ahli biologi dari Universitas São Paulo, Brasil telah menemukan adanya bakteri Serratia marcescens hidup di usus semut dan terlibat dalam produksi aroma tersebut. Bakteri S. marcescens tak hanya ditemukan dalam satu jenis semut, namun beberapa spesies semut daun yang ada di Amerika. Bukti yang tidak sengaja ditemukan ini muncul ketika para peneliti mencari mikroba yang bisa membantu semut melindungi diri dari jamur parasit. Untuk melakukan penelitian, mereka mengumpulkan bagian dari koloni semut termasuk ratunya. Mereka meletakkan koloni di laboratorium, mengisolasi bakteri di dalamnya dan menempatkan mereka di media pembiakan untuk dipelajari.

Dalam laporan yang terbit di jurnal Scientific Reports, penelitian yang dipimpin oleh Eduardo Afonso da Silva Junior justru menemukan bakteri S. marcescens memiliki bau mirip seperti yang dikeluarkan semut. "Kami memutuskan untuk menyelidiki senyawa volatil (senyawa yang mudah menguap, red) yang dihasilkan bakteri ini dan menemukan kandungan senyawa pyrazine, di antaranya ada molekul yang tidak dijelaskan dalam literatur ilmiah," kata Pupo dilansir Science Alert. "Kami menemukan pyrazine dan bakteri di kelenjar racun semut, namun kami tidak tahu pasti bagaimana keduanya bekerja. Mungkin mikroorganisme menghasilkan senyawa aromatik dan semut menyimpannya dalam kelenjar mereka," imbuhnya. Senyawa pyrazine sebelumnya sudah ditemukan dalam berbagai spesies semut dan digunakan sebagai penanda arah.

Kini, tim Pupo berniat untuk memeriksa lebih banyak spesies semut untuk menentukan apakah mereka menemukan bakteri serupa. Mereka juga ingin mempelajari semut daun lebih mendalam untuk mempelajari mekanisme produksi pyrazine. "Kami berencana menghilangkan bakteri dari semut dan mengamati apakah senyawa pyrazine tetap diproduksi," ujar Pupo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda memiliki komentar seputar topik pembahasan ini?. Silakan berbagi dengan pembaca lainnya.

Tentang Berjibaku

Selamat datang di Berjibaku, blog yang menyediakan ragam informasi menarik dari dalam maupun luar negeri. Berjibaku menyediakan berbagai artikel dengan tema lifestyle, unik, karir, hubungan asmara, otomotif, motogp, teknologi, wisata, hiburan dan umum.

Semoga waktu yang Anda luangkan untuk membaca artikel-artikel di blog ini menjadi waktu-waktu yang menyenangkan dan menghibur.

Salam,
Admin

Ikuti via email

Kontak Admin

Nama

Email *

Pesan *