IBX5A2F9222D4AE8

Senin, 23 April 2018

Peneliti Menemukan 1.400 Hiu Penjemur Berkumpul

Perilaku hewan memang sangat sulit di tebak dan dimenegrti, seperti salah satu tingkah laku hewan yang satu ini yang dikenal sebagai hewan penyendiri. Hiu penjemur atau disebut juga dengan basking shark yang hingga saat ini pun masih menjadi misteri. Hiu dengan nama latin Cetorhinus maximus ini terlihat berenang dalam satu kawanan besar. Perilaku ini ditemukan secara tidak sengaja oleh peneliti saat mereka sedang mencari spesies paus terancam punah di samudra Atlantik. Melalui udara, antara tahun 1980 hingga 2013, peneliti menemukan hiu berkumpul dalam sebuah kelompok dengan jumlah sekitar 1.400 hiu.
 

Dalam kehidupan laut, hal tersebut merupakan sesuatu yang aneh. Sebab, selama ini hiu penjemur dikenal sebagai ikan terbesar kedua di dunia yang biasa hidup sebagai hewan soliter alias penyendiri. Mereka juga lebih suka menghabiskan 90 persen waktunya di dalam air, dan ketika menampakkan diri di permukaan, mereka lebih suka menyendiri. Ada lebih dari 10.000 pengamatan yang didokumentasikan dan tidak ada yang tahu persis mengapa mereka melakukannya. Namun, para peneliti punya beberapa teori yang dikemukakan berkaitan dengan perilaku ini. Ahli berpendapat jika perilaku tersebut berkaitan dengan musim kawin hingga semacam perlindungan ketika mencari makan. Asumsi itu didapat berdasarkan pengamatan pada kawanan Hiu Penjemur terbesar yang terlihat di lepas pantai selatan New England pada tahun 2013 yang lalu. Peneliti berhasil mengungkap beberapa petunjuk penting.

Pakar biologi dari National Oceanic and Atmospheric Administration's Northeast Fisheries Science Center, Leah Crowe, menyebutkan jika kemungkinan besar, hiu dalam kelompok itu memakan zooplankton. Mereka lantas memanfaatkan jumlah kawanan untuk membantu mengurangi tarikan yang disebabkan hiu ketika mereka membuka mulut saat makan. Dengan saling berdekatan satu sama lain dalam kawanan, hiu bisa menghemat energi yang sangat dibutuhkan saat mereka makan. Meski begitu studi ini juga punya kekurangan sebab pengamatan dilakukan melalui udara sehingga data-data yang didapat juga terbatas. Di sisi lain, Crowe tidak ingin terlalu dekat pada kawanan karena khawatir mengubah perilaku hiu-hiu ini. "Melihat mereka dari udara itu menarik, tetapi tidak memberi tahu banyak hal mengenai faktor lingkungan, misalnya soal seberapa banyak plankton yang ada," kata Crowe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda memiliki komentar seputar topik pembahasan ini?. Silakan berbagi dengan pembaca lainnya.

Tentang Berjibaku

Selamat datang di Berjibaku, blog yang menyediakan ragam informasi menarik dari dalam maupun luar negeri. Berjibaku menyediakan berbagai artikel dengan tema lifestyle, unik, karir, hubungan asmara, otomotif, motogp, teknologi, wisata, hiburan dan umum.

Semoga waktu yang Anda luangkan untuk membaca artikel-artikel di blog ini menjadi waktu-waktu yang menyenangkan dan menghibur.

Salam,
Admin

Ikuti via email

Kontak Admin

Nama

Email *

Pesan *