IBX5A2F9222D4AE8

Jumat, 02 Maret 2018

Beberapa Fakta Tubuh Manusia Menyimpan Sisa-sisa Evolusi

Pada saat dibangku sekolah anda pun pasti belajar tentang evolusi manusia dan banyak ilmuan pun sudah membuktikannya. Maskipun demikian ada banyak orang juga yang tidak mempercauai tentang evolusi tersebut. Terkait evolusi yang dialami manusia, percaya atau tidak tubuh kita masih menyimpan sisa-sisa evolusi. Ibarat museum, tubuh kita sebenarnya masih menyimpan dan membawa hal-hal dari masa lalu yang sebenarnya sudah tidak dibutuhkan lagi. Apa saja itu? Dilansir Science Af, telah diungkap beberapa di antaranya. Mari kita simak.


1. Pergelangan tangan 

Pada tangan kanan dan kiri, coba Anda tempelkan jempol dengan kelingking. Anda mungkin bisa melihat tendon yang menonjol di tengah pergelangan tangan. Jika Anda tidak memilikinya, Anda beruntung karena Anda termasuk 10-15 persen manusia bumi yang lahir tanpa tendon menonjol di salah satu atau kedua tangan. Tendon ini terhubung ke palmaris longus, otot yang dimiliki mayoritas manusia, tapi sebenarnya tidak ada fungsinya. Sebuah penelitian mengungkapkan, tendon pada lengan dapat memberikan kekuatan yang lebih dibandingkan mereka yang lahir tanpa tendon menonjol. Namun, sebenarnya hal ini tidak penting karena ahli bedah juga sering membuangnya atau menggunakannya untuk keperluan operasi plastik. Lalu apa benar palmaris longus merupakan sisa evolusi? Menurut para ilmuwan, palmaris longus juga ditemukan di banyak spesies mamalia terutama yang menggunakan lengannya untuk bergerak, seperti lemur dan monyet. 

2. Otot telinga 

Bisakah Anda menggerakkan atau menggoyangkan telinga dengan memanipulasi tiga otot yang ada di dasar telinga? Jika Anda bisa melakukannya, itu menunjukkan bagaimana sesuatu yang penting untuk nenek moyang binatang sudah beralih ke sesuatu yang tidak penting bagi manusia. Fungsi otot telinga masih digunakan oleh hewan nokturnal, seperti kelinci, rusa, dan kucing, untuk menemukan asal suara. Hal ini juga dilakukan manusia purba. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa otot-otot telinga ini sebenarnya masih bisa merespons suara meski kita tidak cukup kuat untuk menggerakkan telinga

3. Bulu kuduk berdiri

Saat kita kedinginan atau merasa takut, tak jarang bulu kuduk berdiri. Bulu kuduk berdiri atau goosebump muncul karena otot-otot mungil yang menempel pada rambut di tangan menarik rambut dan menyebabkan ada benjolan di permukaan kulit. Hal ini merupakan sisa evolusi. Bulu kuduk muncul karena adrenalin terlibat dalam respons tubuh terhadap suhu dingin dan merupakan bagian dari respons fight-or-flight saat menghadapi bahaya, serangan, atau ancaman. Pada hewan berbulu juga tampak lebih besar ketika mereka merasa terancam. Ini juga yang membuat kita merinding saat mendengar sebuah lagu yang sangat bagus. 

4. Ekor 

Salah satu sisa evolusi yang paling jelas adalah tulang ekor kita. Tulang ekor merupakan sekelompok tulang rawan yang menyatu dan berfungsi sebagai jangkar untuk beberapa otot panggul. Ini merupakan warisan nenek moyang. Pada usia kehamilan sekitar empat minggu, embrio memiliki ekor 10 sampai 12 yang mengembang pada hewan vertebra (bertulang belakang). Namun, pada manusia dan primata, sel-sel tersebut langsung mati segera setelah muncul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda memiliki komentar seputar topik pembahasan ini?. Silakan berbagi dengan pembaca lainnya.

Tentang Berjibaku

Selamat datang di Berjibaku, blog yang menyediakan ragam informasi menarik dari dalam maupun luar negeri. Berjibaku menyediakan berbagai artikel dengan tema lifestyle, unik, karir, hubungan asmara, otomotif, motogp, teknologi, wisata, hiburan dan umum.

Semoga waktu yang Anda luangkan untuk membaca artikel-artikel di blog ini menjadi waktu-waktu yang menyenangkan dan menghibur.

Salam,
Admin

Ikuti via email

Kontak Admin

Nama

Email *

Pesan *