IBX5A2F9222D4AE8

Jumat, 09 Februari 2018

Penemuan Baru Antibiotik Dari Kulit Semut

Di dunia kesehatan tentu saja antibiotik merupakan salah satu hal yang wajib di gunakan untuk mencegah adanya infeksi yang berlanjut namun tetap saja dengan jangka waktu yang ditentukan. Baru-baru ini ilmuan yang berasal dari North Carolina State University menemukan antibiotik baru dari beberapa spesies semut yang ditemukannya, namun penemuan itu pun masih dalam pengembengan dan dipelajari apa efek antibiotik dari lapisan luar tubuh semut ini. "Salah satu spesies yang kita pelajari, semut pencuri (Solenopsis molesta) memiliki efek antibiotik terkuat dibanding spesies lain yang kita uji - dan hingga kini, tidak ada seorang pun yeng tahu bahwa mereka membuat antibiotik tersebut," kata Adrian Smith, kepala Laboratorium Penelitian Biologi & Perilaku Evolusioner dari Museum Ilmu Pengetahuan Alam, North Carolina State University.


Untuk menguji hal ini, para ilmuwan memilih 20 spesies semut. Seluruh kandungan zat yang ada di kerangka luar tubuh setiap semut dilarutkan dan setelah itu, dicampur dengan bubur yang berisi bakteri. Jika bakteri dalam bubur mati menyusut, maka artinya zat anti bakteri bekerja. Ternyata, hanya 12 dari 20 jenis semut yang memiliki fungsi antibakteri, termasuk semut pencuri. Sementara itu, delapan spesies lainnya tidak menunjukkan fungsi antibakteri, atau efek antibakteri pada kulit mereka tidak efektif untuk melawan bakteri yang digunakan dalam studi.

Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua jenis semut memiliki senyawa antibakteri. Para peneliti pun terdorong untuk menelitinya lebih dalam dan menentukan spesies mana saja yang mungkin bermanfaat bagi dunia biomedis. "Misalnya, semut pencuri yang masih berhubungan dekat dengan semut api (Solenopsis invicta), spesies yang terkenal dengan khasiat antibakteri dari racunnya. Anehnya, kami menemukan bahwa kandungan pada semut pencuri lebih efektif melawan bakteri dibandingkan semut api," kata Smith. Para peneliti pun menyadari bahwa penelitian ini baru menggunakan satu jenis bakteri saja dan masih harus menguji kemampuan antibakteri semut pencuri terhadap bakteri lain, termasuk terhadap bakteri patogen.

Namun, temuan ini merupakan langkah awal yang baik untuk penelitian lebih lanjut mengenai efek spesies semut lain terhadap berbagai macam bakteria, zat apa yang menyebabkan efek antibakteri ini, dan strategi lain yang digunakan semut untuk melawan patogen. "Temuan ini menunjukkan bahwa semut bisa menjadi sumber antibiotik baru untuk membantu manusia memerangi penyakit," kata Clint Penick, asisten profesor riset di Arizona State University dan mantan peneliti pasca sarjana di North Carolina State University.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda memiliki komentar seputar topik pembahasan ini?. Silakan berbagi dengan pembaca lainnya.

Tentang Berjibaku

Selamat datang di Berjibaku, blog yang menyediakan ragam informasi menarik dari dalam maupun luar negeri. Berjibaku menyediakan berbagai artikel dengan tema lifestyle, unik, karir, hubungan asmara, otomotif, motogp, teknologi, wisata, hiburan dan umum.

Semoga waktu yang Anda luangkan untuk membaca artikel-artikel di blog ini menjadi waktu-waktu yang menyenangkan dan menghibur.

Salam,
Admin

Ikuti via email

Kontak Admin

Nama

Email *

Pesan *