IBX5A2F9222D4AE8

Jumat, 02 Februari 2018

Ini Dia Alasan Kenapa Bangkai Ayam Tidak Boleh Diberikan Pada Anjing

Mungkin sebagian dari anda sebagai pencita anjing sudah mengetahui salah satu hal ini yang tidak boleh dilakukan kepada anjing kesayangan anda yaitu untuk memberikan bangkai ayam sebagai makanannya. Bagi anda yang tidak mengetahui pasti bertanya-tanya mengapa tidak boleh memberikan bangkai ayam sebagai makanan anjing. Ada penelitian tebaru yang dicanangkan oleh Jurnal of Veterinary Internal Medicine yang menemukan keterkaitan antara penyebab kelumpuhan pada anjing dan makanan yang dimakan. Anjing berpeluang terserang polaradikuloneuritis akut (APN) hingga 7.000 persen jika Anda terus membiarkannya memakan bangkai ayam, terutama leher ayam. Anjing kecil termasuk yang rentan terpapar penyakit karena kerap disediakan pakan tulang kecil seperti leher ayam.


Ilmuwan membandingkan lebih dari 12 anjing yang mengidap APN dengan anjing sehat. Para pemiliknya turut dilibatkan supaya peneliti mengetahui bagaimana anjing-anjing itu dirawat. Ilmuwan  lantas mencatat adanya peluang 9,4 kali lebih mudah bagi anjing dengan APN untuk terjangkit Campylobacter. Dugaan para peneliti semakin menguat bahwa pakan bangkai ayam adalah faktor di balik kelumpuhan pada anjing. Pasalnya, bakteri tersebut memicu timbulnya sindrom Guillain-Bare (GBS) pada manusia, dan bangkai ayam ditemukan juga mengandung Campylobacter.

APN menyerupai GBS yang menurunkan fungsi otot dan menyebabkan kelumpuhan pada manusia. Dua penyakit ini membuat sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu reaktif dan tidak bisa diatur. Setelah kondisi menjadi parah, kelumpuhan akan dialami penderita karena akar saraf tubuh tidak kuat melawan. “Kondisi yang demikian jarang terjadi, tapi bisa memperburuk kondisi anjing. Mulanya, kaki anjing melemah lalu menjalar hingga kaki depan, leher, kepala, dan wajah,” ujar Matthias le Chevoir,  pakar di Rumah Sakit Hewan U-Vet Werribee kepunyaan Universitas Melbourne. “Kebanyakan anjing  akan mati apabila penyakit ini menyerang dada hingga lumpuh. Namun, beberapa anjing kemungkinan sembuh begitu saja tanpa perawatan dokter. Ada pula yang harus diobati hingga enam bulan untuk kasus tertentu,” imbuh Ie Chevoir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda memiliki komentar seputar topik pembahasan ini?. Silakan berbagi dengan pembaca lainnya.

Tentang Berjibaku

Selamat datang di Berjibaku, blog yang menyediakan ragam informasi menarik dari dalam maupun luar negeri. Berjibaku menyediakan berbagai artikel dengan tema lifestyle, unik, karir, hubungan asmara, otomotif, motogp, teknologi, wisata, hiburan dan umum.

Semoga waktu yang Anda luangkan untuk membaca artikel-artikel di blog ini menjadi waktu-waktu yang menyenangkan dan menghibur.

Salam,
Admin

Ikuti via email

Kontak Admin

Nama

Email *

Pesan *