IBX5A2F9222D4AE8

Rabu, 14 Februari 2018

Akibat Salah Duga Warga Rio de Janeiro Bunuh 238 Monyet

Peristiwa monyet mati di Rio de Janeiro ini sudah terjadi sejak awal tahun 2018, sudah 238 monyet ditemukan mati sebanyak 69 persen ditemukan adanya tanda diserang oleh manusia baik diracun ataupun di pukuli. Kekejaman berawal ketika jumlah kasus demam kuning pada Januari 2018 meningkat jadi tiga kali lipat dari tahun 2017. Sebanyak 20 pasien meninggal di Sao Paolo akibat penyakit ini Warga Rio yang mengira bahwa demam kuning disebarkan oleh monyet ke manusia kemudian mulai menyerang primata tersebut. Dalam sehari, sebanyak 20 monyet ditemukan mati dan 18 di antaranya menunjukkan tanda-tanda dibunuh oleh manusia. Padahal, ini adalah sebuah kesalahpahaman besar.


Daniel Caplivski, pakar penyakit menular dan Director of the Travel Medicine Program di Icahn School of Medicine at Mount Sinai menjelaskan kepada Newsweek, bahwa virus demam kuning disebarkan oleh nyamuk yang terinfeksi. Monyet justru tidak bisa menularkannya secara langsung kepada manusia tanpa melalui nyamuk sebagai perantara. Namun dalam mayoritas kasus, nyamuk terinfeksi demam kuning setelah menggigit manusia dan menyebarkan ke manusia lain.

Oleh karena itu, Caplivski menegaskan bahwa membunuh monyet tidak akan bisa menghentikan wabah demam kuning di antara manusia. “Jawabannya pendeknya ‘Tidak’. Intinya, demam kuning adalah virus yang disebarkan oleh nyamuk,” ujarnya. Lebih buruknya lagi, para pakar justru mengandalkan monyet untuk memetakan keberadaan nyamuk-nyamuk yang terinfeksi dan populasi yang paling berisiko. “Sering kali para pakar epidemiologi mencari bangkai monyet sebagai peringatan akan keberadaan virus demam kuning di sekitarnya. Ini adalah bagian dari pengawasan,” kata Caplivski.

Pasalnya, jumlah vaksin yang ada tidak cukup untuk semua rakyat Brasil. Selain itu, vaksin hanya efektif jika diberikan dalam jangka waktu 10 hari sejak individu terinfeksi oleh virus. Oleh karena itu, vaksin biasanya diprioritaskan untuk populasi yang paling berisiko. Dengan mengetahui perkembangan penyakit ini pada monyet, para peneliti dapat memprediksi populasi mana yang paling rentan terhadap wabah demam kuning. “Monyet adalah korban dari wabah ini, dan jika tidak ada lagi monyet di pedesaan, maka nyamuk akan mulai menyerang manusia,” kata Fabiana Lucena, koordinator di Rio Veterinary Center kepada AFP. “Monyet berfungsi untuk menunjukkan ke mana virus telah menyebar,” imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda memiliki komentar seputar topik pembahasan ini?. Silakan berbagi dengan pembaca lainnya.

Tentang Berjibaku

Selamat datang di Berjibaku, blog yang menyediakan ragam informasi menarik dari dalam maupun luar negeri. Berjibaku menyediakan berbagai artikel dengan tema lifestyle, unik, karir, hubungan asmara, otomotif, motogp, teknologi, wisata, hiburan dan umum.

Semoga waktu yang Anda luangkan untuk membaca artikel-artikel di blog ini menjadi waktu-waktu yang menyenangkan dan menghibur.

Salam,
Admin

Ikuti via email

Kontak Admin

Nama

Email *

Pesan *