IBX5A2F9222D4AE8

Rabu, 03 Januari 2018

Para Ilmuan Ramalkan Kiamat dan Nasib Bumi yang Akan Terjadi 10.000 Tahun Mendatang

Didunia digital telah dihebohkan dengan pernyataan para ilmuan yang mengatakan bahwa kiamat akan terjadi sekitar 10.000 tahun yang akan datang. Namun, bagaimana para ilmuan tersebut dapat menjelaskan hal tersebut, apa alasan dari dasar teori yang mereka nyatakan tersebut? Pada beberapa hari yang lalu para ilmuan menemukan beberapa hal di masa depan yang sudah dapat diprediksi dengan akurasi yang sangat mengejutkan. Berdasarkan ilmu pengetahuan tentang kehidupan, alam semesta dan segala sesuatunya yang dimiliki; kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada manusia, khususnya di bidang astrofisika dan evolusi, ratusan ribu tahun mendatang. 


Dalam 10.000 tahun mendatang, para peneliti memprediksikan tenggelamnya benua Antartika Timur. Ini adalah benua dengan lapisan es terpanjang di planet kita, dan jika lembah subglasi Wilkes runtuh, permukaan air laut akan naik sekitar 3-4 meter. Ini butuh waktu sekitar 5.000-10.000 tahun. Namun, ada kemungkinan manusia akan punah sebelum menghadapi sapuan air laut setinggi itu. Sebuah teori bernama Argumen Hari Kiamat yang diusulkan oleh fisikawan asal Australia, Brandon Carter, memprediksikan bahwa manusia memiliki kemungkinan punah 95 persen dalam waktu 10.000 tahun. Akan tetapi, patut diingat bahwa ini baru teori, dan tidak sedikit yang menentangnya.

Menurut para peneliti, yang lebih memungkinkan adalah pada 10.000 tahun mendatang, tidak akan ada variasi genetik regional pada manusia. Ini tidak serta merta semua manusia akan sama. Akan tetapi, akan ada ciri genetis seperti warna mata yang menyebar merata pada semua ras manusia di semua belahan dunia. Meski demikian, bukan berarti manusia telah terbebas dari ancaman kepunahan. Di samping garis pantai yang berubah dan kalender Gregorian yang bergeser 10 hari dari posisi matahari, akan terjadi ledakan bintang yang spektakuler pada 10.000 tahun mendatang. Bintang super Antares akan meledak menjadi supernova dan membuat malam menjadi seterang siang hari.

Lalu, bila kita panjangkan ramalan masa depan menjadi 13.000 tahun, peneliti memprediksi bahwa kemiringan sumbu bumi akan terbalik. Akibatnya, musim di kedua belahan bumi akan ikut terbalik. Sementara itu, terlepas dari pertanyaan apakah manusia akan hidup hingga 10.000 tahun ke depan, roket antariksa Pioneer 10 dan 11, Voyager 1 dan 2, dan New Horizons diperkirakan akan tetap berada di luar sana selama jutaan tahun. Voyager 2 sejatinya akan segera melintas dalam jarak yang sangat dekat dari Sirius, salah satu bintang paling terang di langit kita, 296.000 tahun mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda memiliki komentar seputar topik pembahasan ini?. Silakan berbagi dengan pembaca lainnya.

Tentang Berjibaku

Selamat datang di Berjibaku, blog yang menyediakan ragam informasi menarik dari dalam maupun luar negeri. Berjibaku menyediakan berbagai artikel dengan tema lifestyle, unik, karir, hubungan asmara, otomotif, motogp, teknologi, wisata, hiburan dan umum.

Semoga waktu yang Anda luangkan untuk membaca artikel-artikel di blog ini menjadi waktu-waktu yang menyenangkan dan menghibur.

Salam,
Admin

Ikuti via email

Kontak Admin

Nama

Email *

Pesan *