Selasa, 13 Desember 2016

7 Kebiasaan Sepele Penyebab Kenapa Kamu Sulit Mencapai Kesuksesan

7 Kebiasaan Sepele Penyebab Kenapa Kamu Sulit Mencapai Kesuksesan. Jika ada yang bilang bahwa untuk sukses itu mudah. Bohong! Kesuksesan hanya bisa diperoleh dengan kesungguhan tekad, kerja keras, disiplin dan juga determinasi yang dilakukan terus menerus. Mereka yang sudah lebih dahulu sukses menemukan kesuksesannya jauh diluar dari zona nyaman mereka.

Berusaha memaksa diri mereka untuk keluar zona nyaman menjemput kesuksesannya. Karena memang diluar sanalah kesuksesan itu berada. Bukannya ditempat dimana kita merasa nyaman, dan aman. Bukan didapatkan dengan berleha-leha dan santai-santai. Bukan diperoleh dengan langkah yang asal dan apatis.

Sekarang, saatnya kamu melihat kedalam dirimu sendiri. Saat ini sebenarnya kamu sudah berada di jalan yang benar menuju sukses. Atau masih kesulitan menemukannya. Jika masih kesulitan menemukan jalanmu meraih sukses. Mungkin karena selama ini kamu masih melakukan hal-hal ini.

7 Kebiasaan Sepele Penyebab Kenapa Kamu Sulit Untuk Bisa Mencapai Kesuksesan

1. Selalu Merasa Bahwa Kamu Punya Cukup Waktu


Kamu tidak ada bedanya dengan mereka yang telah lebih dahulu meraih sukses. Kalian sama – sama telah diberikan kesempatan waktu sebanyak 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu. Dengan alokasi waktu yang sama, lalu apa yang membuat mereka dapat sukses sedangkan kamu belum. Mereka yang lebih dahulu sukses memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya. Waktu yang dimiliknya mereka gunakan untuk menyelesaikan tugas mereka, mengembangkan kemampuannya, dan untuk hal yang bermanfaat lainnya. Mereka menyingkirkan hal- hal yang mereka anggap kurang bermanfaat bagi kemajuan usahanya menuju sukses.

Sedangkan, orang-orang yang belum sukses merasa masih memiliki cukup waktu, Mereka merasa waktu yang dimilikinya lebih dari cukup untuk menyelesaikan pekerjaan yang mereka miliki. Karena merasa masih memiliki cukup waktu akibatnya mereka cenderung menunda pekerjaan yang bisa dilakukannya. Kemudian menggunakan waktunya untuk bersantai-santai. Akibatnya tujuannya pun menjadi kabur karena tidak bisa memanfaatkan dan mengatur waktunya dengan sebaik – baiknya. Saat menempuh pendidikan tinggi setingkat S1 misalnya, kamu menetapkan tujuan akhirmu adalah lulus tepat waktu dengan IPK yang cumlaude. Jika tujuanmu seperti itu sudah selayaknya kamu memanfaatkan waktu yang kamu miliki selama 4 tahun masa studi itu dengan sebaik-baiknya. Kuliah yang rajin, belajar yang tekun, jadwalkan waktu untuk belajar setiap harinya. Jangan kamu habiskan waktu 4 tahun pendidikanmu itu untuk berleha-leha, dan nongkrong-nongkrong saja. (baca: Daftar Film Bioskop 2017 Terbaru Wajib Tonton)


2. Mengabaikan ‘To Do List’ yang Sudah Kamu Buat Sendiri


Kamu mencoba untuk membuat hidupmu menjadi lebih terstruktur dengan membuat rancangan to do list yang sudah kamu kompromikan dengan diri sendiri. Akan tetapi kamu jualah yang justru merasa hal tersebut jadi semacam 'hambatan'. Akhirnya kamu merasa berada di posisi dilematis karena 'membuang' gaya lama dan 'menjalani' gaya hidup yang baru. Hal ini semakin sulit dari hari ke hari hingga sampai suatu saat kamu pun bosan untuk menjalaninya lagi.


3. Memiliki Tujuan Tetapi Tidak Membuat Langkah untuk Mencapainya


Kamu mungkin sudah menentukan tujuanmu akan ke arah mana. Akan menjadi apa kamu nantinya. Semua tujuanmu terpampang jelas dan detail. Kamu gantungkan cita-citamu itu setinggi-tingginya. Tetapi, kamu lupa membuat jalannya menuju kesana. Kamu lupa bahwa untuk kewujudkannya kamu harus memiliki langkah-langkah yang konkrit, target-target yang jelas. Sehingga cita-citamu itu bukan sekedar angan – angan kosong tanpa arti belaka.

Atau bisa jadi kamu juga sudah menyusun rencana langkah-langkah untuk mewujudkan mimpimu itu. Tetapi, kamu melangkahkan kakimu dengan gamang. Kamu masih tidak mantap, dan tidak yakin atas keputusan yang kamu buat sendiri. Akibatnya, kamu justru salah, atau tidak maksimal mengeksekusi langkah yang telah kamu buat tersebut. Kamu belum berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan kesuksesanmu itu.


4. Takut Menghadapi Tantangan dan Kegagalan


Kita memang tidak dilahirkan sebagai super hero yang selalu gagah berani menghadapi tantangan. Sejak kecilpun kita lebih sering diajarkan untuk menghindari kegagalan, dibandingkan menghadapinya. Menghadapi tantangan dan kegagalan memang tidak mudah, dan tidak nyaman. Tetapi jika kamu ingin sukses, kamu harus mendorong dirimu sendiri untuk berani menghadapi keduanya. Karena melalui tantangan tersebutlah kamu akan selangkah lebih dekat dengan kesuksesanmu. Sedangkan kegagalan akan mengajarkanmu untuk lebih kuat dalam menetapkan langkah selanjutnya. Banyak hal nantinya dapat kamu pelajari dari keduanya. Jadi, jangan takut!. (baca: Alasan Mengapa Kita Tidak Boleh Takut Akan Kegagalan)


5. Memaklumi Keterbatasan Diri


Memang sebagai manusia biasa kita pasti memiliki kekurangan, dan kelemahan. Termasuk orang – orang yang sudah lebih dahulu sukses. Mereka sama sepertimu, mereka juga manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan. Tetapi, mereka tidak menjadikan kekurangan tersebut sebagai halangan untuk menjemput kesuksesan. Jika hingga detik ini kamu masih memaklumi keterbatasan dirimu. Itu adalah batu besar yang selamanya akan menghalangi langkahmu untuk sampai di puncak keesuksesanmu sendiri. Tetapi, batu besar tersebut bukan berarti tidak bisa dilalui.

Kamu bisa mencari solusi untuk mengatasi batu besar kekuranganmu tersebut. Jangan malu untuk meminta bantuan kepada orang lain untuk mengatasi kekuranganmu itu. Sukses itu tidak didapat melalui perjuangan jatuh bangun sendirian kok. Ada kalanya kita akan membutuhkan peran orang lain. Ada banyak orang-orang hebat diluar sana yang pasti dengan senang hati membantumu mengatasi kekuranganmu. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan dalam rangka mengatasi kekurangan tersebut, dalami ilmunya, bergabunglah ke komunitas, mintalah bantuan, dan masih banyak cara lainnya.


6. Selalu Membuat Alasan dan Pembenaran


Tahukah kamu bahwa orang yang gagal adalah orang yang paling jago membuat alasan dan pembenaran. Dibanding berusaha mati-matian keluar dari zona nyamannya untuk meraih kesuksesan, orang-orang gagal lebih nyaman membuat alasan pembenaran atas kegagalannya itu. Mereka membuat pemakluman atas kemalasannya untuk berusaha. Mereka membuat pembenaran atas kesalahan yang jelas-jelas membuatnya semakin menjauhkannya dari kesuksesan. Misalnya, jika kamu mendapati KHSmu ada nilai C dan D sedangkan teman-temanmu banyak yang memperoleh nilai A pada matakuliah yang sama. Dibanding mengevaluasi dan belajar dari kesalahan yang telah dibuat, kamu mungkin akan lebih memilih untuk membuat alasan pemakluman atas kealpaanmu itu.

“Maklumlah kemarin kan sibuk kepanitiaan.”,

”Kemarinkan lagi galau-galaunya habis diputus pacar”.

Atau jika teman-temanmu sibuk mendalami ilmumu, dan ikut kompetisi sana-sini demi memperoleh pengalaman berharga. Kamu justru memilih untuk menghidarinya dengan beragam alasan.

“Aku kan nggak paham soal itu”.

“Si A kan memang sudah pinter dari dulu, aku tidak mungkin bisa seperti dia”

“Mereka memang berbakat dibidang tersebut, aku mah apa atuh.”

Jika terus menerus seperti ini, sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa menjemput suksesmu. Kecuali kamu mau berubah dan berhenti membuat alasan.


7. Tidak Peduli Pada Diri Sendiri


Jika sampai saat ini kamu tidak peduli pada diri sendiri, dan bersikap apatis. Mungkin hal ini adalah salah satu penyebabmu masih kesulitan menjemput sukses. Jika kamu saja tidak peduli terhadap dirimu sendiri, lalu bagaimana kamu bisa meraih sukses. Jika amu saja tidak memahami diri sendiri dengan baik, sudah barang tentu sukses itu masih terlalu jauh untuk kamu raih. Orang-orang sukses tahu betul seperti apa dirinya, apa saja kelebihan kekurangannya, apa yang dia inginkan dalam hidupnya, ingin seperti apa dia kelak, dan sebagainya. Mereka adalah orang yang paling tahu tentang siapa diri mereka sebenarnya lebih dari siapapun.

Jika ternyata kamu masih melakukan beberapa kebiasaan yang menghambatmu meraih kesuksesan. Setelah mengetahuinya, sekaranglah saatnya untuk memperbaikinya. Tidak peduli telah sejauh apapun kamu merasa tertinggal diantara teman-temanmu yang telah lebih dahulu sukses. Kamu masih memiliki kesempatan untuk berubah, dan menjemput suksesmu sendiri yang sempat tertunda. Selamat berjuang!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Anda memiliki komentar seputar topik pembahasan ini?. Silakan berbagi dengan pembaca lainnya.

Ikuti via email

Kontak Admin

Nama

Email *

Pesan *