IBX5A2F9222D4AE8

Kamis, 11 Desember 2014

Pilih rumah atau apartemen, mana yang lebih baik?

Pilih rumah atau apartemen, mana yang lebih baik?. Sebelum Anda membeli sebuah hunian untuk tempat tinggal maupun investasi, ada baiknya Anda mempertimbangkan terlebih dahulu hunian mana yang kira-kira paling cocok untuk Anda, apakah hunian dalam bentuk rumah ataukah hunian apartemen?.

Keuntungan dan kerugian dalam membeli rumah dan apartemen baik untuk hunian maupun investasi sebenarnya adalah relatif dan sama-sama berimbang diantara keduanya, semuanya tentu saja tergantung dari seberapa teliti Anda dalam memilah dan memilih sebelum kemudian Anda memutuskan untuk membelinya. Sebab jika Anda tak cermat, bisa saja membeli salah satu ataupun keduanya bisa berujung pada kerugian.

Satu contoh misalnya ketika Anda membeli sebuah rumah tanpa melihat terlebih dahulu bagaimana situasi dan juga kondisi lokasinya, bisa jadi Anda menyesal karena ternyata rumah yang Anda sudah tempati berada di kawasan rawan banjir. Begitu juga halnya dengan apartemen, pastikan jika harga yang ditawarkan merupakan harga standar pasaran apartemen di wilayah tersebut kemudian cermati juga fasilitas-fasilitas apa saja yang bisa Anda dapatkan disana. Apakah uang yang Anda keluarkan setara dengan apa yang akan Anda dapatkan?.

Saat Anda memiliki uang kemudian dihadapkan pada persoalan mana yang lebih baik antara membeli rumah atau apartemen, sebaiknya Anda pertimbangkan hal-hal berikut ini:

Pilih rumah atau apartemen, mana yang lebih baik?
Pilih rumah atau apartemen, mana yang lebih baik?

Keuntungan dan kerugian memiliki rumah


Alasan mengapa membeli rumah:
1. Rumah adalah tempat tinggal yang paling umum.
Berbeda dengan negara lain yang jumlah penduduknya besar seperti China, rumah adalah properti yang mahal dibandingkan dengan apartemen. Sedangkan di Indonesia sebaliknya, apartemen masih memiliki nilai prestis tersendiri dan hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki banyak uang. Terlebih lagi jika berada di lokasi yang strategis.

2. Sosialisasi
Sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap rumah merupakan tempat dimana seharusnya sebuah keluarga tinggal dan menetap serta bersosialisasi dengan lingkungan dan tetangga sekitar.

3. Lebih aman
Rumah dianggap lebih aman dibandingkan gedung bangunan apartemen yang bertingkat-tingkat. Disamping lebih aman apabila terjadi situasi seperti kebakaran atau gempa bumi, tanah berikut bangunan rumah adalah milik sendiri.

Keuntungan memiliki rumah:
1. Lahan (landscape)
Anda memiliki lahan untuk bisa dijadikan spot-spot baru. Misalnya bisa dijadikan sebagai taman, ruang bermain anak, tempat untuk bersantai dan lain sebagainya. Selain itu Anda juga dapat merubah bentuknya sesuai dengan keinginan Anda.

2. Mudah dijual kembali
Konsep rumah lebih cair dan lebih diminati di masyarakat sehingga rumah akan jauh lebih mudah untuk di jual kembali dibanding apartemen. Selain mudah untuk dijual kembali, sertifikat rumah juga bisa digadaikan saat Anda memiliki kebutuhan yang mendesak.

3. Legalitas serta dokumen rumah lebih terjamin karena kepemilikan rumah dan tanah biasanya berbentuk sertifikat yang legal. Selain itu, memiliki rumah sendiri bisa lebih hemat dalam segi anggaran keuangan sehingga Anda bisa menabung, berinvestasi atau mengembangkan bisnis yang Anda miliki.

Kerugian membeli rumah:
Biaya pengeluaran ekstra untuk biaya perawatan bangunan, pajak tanah, pajak bangunan, biaya kebersihan, telepon, listrik dan lain sebagainya.

Pilih rumah atau apartemen, mana yang lebih baik?
Pilih rumah atau apartemen, mana yang lebih baik?


Alasan umum mengapa membeli apartemen:
1. Lokasi apartemen yang terjangkau, mobilitas yang tinggi serta lokasi apartemen yang umumnya berada di wilayah strategis. 

Keuntungan memiliki apartemen
1. Lokasi
Jika Anda adalah orang dengan mobilitas yang tinggi, maka apartemen dapat menjadi sebuah pilihan. Lokasi apartemen biasanya berada di tempat-tempat yang strategis di pusat-pusat kota sehingga dari segi akses akan jauh lebih cepat dan mudah.

2. Fasilitas
Apartemen memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan rumah. Di lokasi apartemen biasanya juga disediakan fasilitas-fasilitas yang dapat di akses dengan mudah oleh penghuninya. Fasilitas standar yang biasanya diberikan oleh pengelola apartemen diantaranya seperti lapangan tenis, kolam renang, pusat kebugaran, tempat spa atau sauna dan lain sebagainya.

3. Praktis
Semua fasilitas yang berhubungan dengan kebersihan dan pemeliharaan gedung akan menjadi tanggung jawab pihak pengelola. Meskipun demikian, tentunya ada iuran yang mesti dikeluarkan setiap bulannya.

4. Prestis
Saat ini, persepsi masyarakat terhadap apartemen adalah masih menjadi salah hunian yang menjadi simbol kesuksesan, bentuk kemandirian finansial dan juga status sosial yang tinggi. Hal ini tentu wajar adanya mengingat lokasi dan fasilitas yang diberikan oleh apartemen hampir mirip dengan hotel.

5. Privasi
Tinggal di apartemen memiliki privasi yang lebih terjaga dibandingkan dengan mereka memiliki rumah. Oleh sebabnya penghuni apartemen pada umumnya lebih bersifat mandiri dan terkesan individualis.

Kerugian membeli apartemen
1. Lahan yang sempit
Tidak seperti rumah, apartemen tidak di desain untuk memiliki halaman. Adapun landscape yang ada biasanya hanya berupa balkon diluar ruangan.

2. Resiko gedung bertingkat
Tempatnya yang berada di gedung membuat resiko menjadi lebih besar dibandingkan dengan rumah. Resiko tersebut seperti resiko gempa ataupun kebakaran.

3. Peraturan yang harus diikuti
Sebagai penghuni, Anda harus tunduk terhadap tata tertib dan peraturan yang diterapkan oleh pihak pengelola. 

4. Renovasi adalah hak pengelola
Sebagai penghuni, Anda dilarang untuk melakukan perubahan terhadap bentuk fisik apartemen meskipun apartemen tersebut milik Anda.

5. Kejelasan sertifikasi
Pemilik harus memperhatikan apakah sertifikat yang diberikan adalah HGB (Hak Guna Bangunan) murni atau HPL (Hak Pengelolaan Lahan). Jika sertifikat merupakan HGB murni, maka itu artinya lahan tersebut menjadi hak milik pihak pengembang sehingga sertifikat HGB tetap dapat diperpanjang apabila kontraknya habis. Beberapa developer properti yang menggunakan HGB diantara seperti Metland pengembang rumah idaman investasi masa depan, Margahayuland dan beberapa developer lainnya.

Namun jika HGB di atas HPL, maka berarti lahan dimana apartemen tersebut didirikan bukanlah menjadi hak milik pengembang, melainkan adanya kerjasama antara pihak pengembang dengan pihak lain sebagai pemilik tanah yang asli. Dan setelah kerjasama tersebut berakhir dalam jangka waktu tertentu, maka tanah dan bangunan tersebut menjadi hak mutlak si pemilik tanah. Hal inilah yang kadang tidak disadari oleh pembeli sehingga berujung masalah di belakangan hari. Oleh sebabnya, itulah alasan mengapa mengecek legalitas sebuah hunian menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh calon pembeli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda memiliki komentar seputar topik pembahasan ini?. Silakan berbagi dengan pembaca lainnya.

Tentang Berjibaku

Selamat datang di Berjibaku, blog yang menyediakan ragam informasi menarik dari dalam maupun luar negeri. Berjibaku menyediakan berbagai artikel dengan tema lifestyle, unik, karir, hubungan asmara, otomotif, motogp, teknologi, wisata, hiburan dan umum.

Semoga waktu yang Anda luangkan untuk membaca artikel-artikel di blog ini menjadi waktu-waktu yang menyenangkan dan menghibur.

Salam,
Admin

Ikuti via email

Kontak Admin

Nama

Email *

Pesan *