IBX5A2F9222D4AE8

Rabu, 15 Oktober 2014

Penyebab terjadinya kenaikan suhu panas di Jakarta dan kota-kota besar

Penyebab terjadinya kenaikan suhu panas di Jakarta dan kota-kota besar. Akhir-akhir ini pemberitaan di berbagai media massa menyebutkan mengenai terjadinya kenaikan suhu di Jakarta, Bekasi dan beberapa kota besar di wilayah Indonesia. Kenaikan suhu tersebut bahkan cukup signifikan. Berdasarkan hasil survey Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu di Jakarta dan kota Bekasi bahkan hampir menyentuh angka 40 derajat celcius, tepatnya di angka 38-39 derajat celcius (Sabtu, 10 Oktober 2014). Padahal suhu normal Jakarta biasanya hanya berkisar antara 24 hingga 33 derajat celcius.

Panas yang menusuk kulit itu memang sebelumnya telah diprediksi BMKG akan terus meningkat. Data tersebut diambil berdasarkan tren kenaikan suhu di Jakarta yang terus mengalami kenaikan secara bertahap selama beberapa hari belakangan. Sebelum mencapai angka 39 derajat, suhu di Jakarta sebelumnya berkisar antara 35-37 derajat celcius.

Beberapa teori menyebutkan jika faktor penyebab suhu panas di Jakarta diakibatkan oleh beberapa hal, salah satu diantaranya adalah karena efek rumah kaca.  Efek rumah kaca adalah naiknya level CO2 yang terkonsentrasi di atmosfer bersama dengan gas-gas lainnya. Pembakaran bahan bakar organik yang dihasilkan oleh jutaan kendaraan yang beroperasi di Jakarta merupakan salah satu penyebab mengapa pemanasan global saat ini semakin parah dari waktu ke waktu.

Efek rumah kaca menyebabkan dipantulkannya kembali energi yang telah diserap melalui permukaan bumi dan awan. Selain memberikan efek suhu panas, kepadatan kadar karbon yang dihasilkan oleh emisi gas karbon dioksida (CO2) juga menyebabkan langit di Jakarta menjadi "kotor" dan berwarna kelabu saat malam. Itu pula yang menjadi alasan mengapa hanya sedikit cahaya bintang yang bisa menembus atmosfer sehingga bisa terlihat di langit Jakarta saat malam hari.

Jakarta sebagai kota metropolitan dengan pembangunan yang pesat mau tak mau menyebabkan terus berkurangnya ruang terbuka hijau yang mampu menyerap polutan. Dengan berkurangnya pohon dan taman sebagai paru-paru kota, maka terjadilah sebuah fenomena yang bernama urban heat island. Urban heat island ini diakibatkan oleh adanya aktivitas manusia yang meliputi pembangunan penyebab berkurangnya lahan hijau, emisi gas kendaraan bermotor dan faktor-faktor lain yang membuat suhu di wilayah perkotaan mengalami kenaikan secara drastis.

Perubahan lahan yang tadinya merupakan lahan hijau penyerap panas tergantikan oleh bangunan-bangunan pencakar langit yang memantulkan kembali panas matahari. Akibatnya udara pun menjadi panas.

Guna menyikapi fenomena ini tentu saja diperlukan kesadaran serta peran aktif masyarakat untuk terus menjaga lingkungan serta merubah gaya hidup yang lebih ramah lingkungan (go green), karena jika tidak, maka kenaikan suhu di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia tak terhindarkan dan hanya tinggal menunggu waktu saja.

Efek rumah kaca
Image: Penyebab efek rumah kaca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda memiliki komentar seputar topik pembahasan ini?. Silakan berbagi dengan pembaca lainnya.

Tentang Berjibaku

Selamat datang di Berjibaku, blog yang menyediakan ragam informasi menarik dari dalam maupun luar negeri. Berjibaku menyediakan berbagai artikel dengan tema lifestyle, unik, karir, hubungan asmara, otomotif, motogp, teknologi, wisata, hiburan dan umum.

Semoga waktu yang Anda luangkan untuk membaca artikel-artikel di blog ini menjadi waktu-waktu yang menyenangkan dan menghibur.

Salam,
Admin

Ikuti via email

Kontak Admin

Nama

Email *

Pesan *