Jumat, 12 September 2014

Cara mengatur keuangan keluarga yang baik dan benar

Cara mengatur keuangan keluarga yang baik dan benar merupakan hal yang paling prinsip dalam sebuah keluarga, terlebih lagi bagi mereka yang masih dalam kategori keluarga muda. Pastinya akan banyak masalah terutama masalah keuangan/finansial yang kerap muncul manakala manajemen keuangannya tidak diatur secara bijak.

Ditengah manajemen keuangan yang masih belum stabil, ditambah lagi dengan kehadiran si kecil dalam waktu dekat semakin membuat pasangan muda menjadi lebih mudah frustrasi, stress yang dapat berujung pada konflik. Namun apakah benar kesulitan ekonomi dalam keluarga selalu di picu dengan minimnya pendapatan?. Atau jangan-jangan justru karena disebabkan oleh tidak bijaknya pasangan dalam mengatur keuangan .

Untuk menghindari permasalahan dalam mengatur keuangan, tentu Anda atau pasangan harus pintar-pintar dalam menyisihkan pemasukan karena bukan hal yang mustahil manakala Anda mungkin menemui sebuah keluarga dengan penghasilan yang cukup tinggi namun selalu menemui masalah keuangan.

Nah, agar Anda tak terjebak dalam permasalahan keuangan yang sama, berikut adalah tips dan cara mengatur keuangan keluarga yang baik dan benar.

1. Pemetaan keuangan
Pastikan Anda selalu mengetahui jumlah pemasukan dan pengeluaran rutin, baik harian, mingguan atau bulanan seperti cicilan kredit motor, mobil, cicilan mobil, cicilan rumah, pinjaman bank dan lain sebagainya. Buatlah kalkulasi anggaran yang mesti Anda keluarkan dengan cermat dan detail.

2. Skala prioritas
Menyenangkan diri sendiri tentu tak ada salahnya karena bagaimanapun Anda berhak untuk membahagiakan diri Anda atas apa yang telah Anda capai seperti misalnya pergi ke salon, memanjakan diri di spa, jalan-jalan ke mal dan lain sebagainya. Namun jangan juga melupakan skala prioritas, yaitu memahami mana yang bersifat primer dan mana yang sekunder. Buatlah sebuah anggaran keuangan yang realistis yang harus dipatuhi setiap anggota keluarga. Setelah kebutuhan primer terpenuhi, silahkan sisihkan sebagian untuk keperluan sekunder apabila memang masih mencukupi.

3. Membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan
Sebelum melakukan kegiatan belanja bulanan, selalu pastikan Anda telah menyiapkan daftar belanjaan terlebih dahulu. Siapkan list yang berupa kolom daftar kebutuhan dan keinginan yang harus Anda patuhi dengan konsisten. Jangan langsung membeli barang yang Anda inginkan, akan tetapi pertanyakan dahulu kepada diri Anda apakah Anda benar-benar memerlukannya. Selalu patuhi daftar belanjaan untuk menghindari over budget.

4. Jangan berhutang
Cobalah bebaskan diri Anda dari kebiasaan berhutang. Semakin tinggi pemasukan umumnya akan membuat seseorang memiliki pola yang lebih konsumtif. Jika ingin kaya maka rumusnya adalah gaya hidup jangan sampai mengikuti besarnya pemasukan Anda. Misalnya, sewaktu Anda memiliki pemasukan sebesar 2 juta rupiah Anda mengajukan kredit motor, namun saat pemasukan Anda 5 juta rupiah Anda mengambil kredit mobil dan begitu seterusnya. Selalu ingat, janganlah bekerja hanya untuk berhutang!.

5. Tetapkan target dan cita-cita finansial
Cobalah untuk menyusun dan merancang target finansial yang spesifik dan realistis bersama pasangan dalam beberapa waktu kedepan. Misalnya berapa jumlah gaji yang ingin Anda capai dalam beberapa bulan kedepan, bisnis sampingan apa yang mungkin ingin dimiliki dan lain sebagainya.

6. Investasi
Mungkin ada baiknya jika Anda dan pasangan berpikir untuk melakukan investasi, misalnya membeli tanah, properti, membuat bisnis rumahan sebagai usaha sampingan atau mungkin membuka semacam usaha toko online. Namun alangkah baiknya sebelum Anda melakukan investasi, Anda memikirkan juga resiko yang mungkin saja terjadi untuk menghindari kerugian yang bisa saja terjadi dalam sebuah investasi.

7. Menabung
Biasakanlah diri Anda dan pasangan untuk belajar menabung secara konsisten berapa pun jumlah pemasukan yang Anda berdua terima tiap bulannya. Jika Anda memiliki keinginan-keinginan yang saat ini mungkin belum dapat dipenuhi, maka menabung adalah solusi yang paling jitu untuk menyiasatinya. Dengan menabung pula Anda tak lagi merasa pusing dengan berbagai keperluan mendesak yang sewaktu-waktu mungkin saja terjadi dan tak pernah disadari kapan datangnya.

Tips agar menabung menjadi lebih menyenangkan, tertarget dan lebih spesifik, Anda bisa membuat tabungan sendiri dirumah atau membuka lebih dari satu buah rekening bank untuk mengakomodasi berbagai keperluan keluarga yang dapat Anda sisihkan pada saat Anda mendapatkan pemasukan (gaji). Misalnya, tabungan untuk keperluan pendidikan, tabungan untuk membeli rumah, tabungan untuk keperluan liburan dari bekerja dan lain sebagainya.

Cara mengatur keuangan keluarga yang baik dan benar
Tips mengatur keuangan keluarga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Anda memiliki komentar seputar topik pembahasan ini?. Silakan berbagi dengan pembaca lainnya.

Ikuti via email

Kontak Admin

Nama

Email *

Pesan *