Pengertian zakat fitrah, hukum, waktu, niat dan cara membayar zakat fitrah

/ On : 06.23/ Thank you for visiting Berjibaku.Com
Pengertian zakat fitrah, hukum, waktu, niat dan cara membayar zakat fitrah. Bagi Anda yang memeluk agama Islam tentu sudah sangat akrab dengan kata "zakat fitrah". Hal ini dikarenakan hampir setiap tahun setiap muslim baik pria maupun wanita yang telah memenuhi syarat wajib hukumnya untuk mengeluarkan sebagian rezekinya untuk membayar zakat fitrah kepada mereka yang dikategorikan sebagai Mustahiq (yang berhak menerimanya) yaitu mereka yang fakir, miskin, amil, muallaf, budak, gharim, fisabilillah, ibnu sabil.

Adapun seorang muslim wajib membayar zakat fitrah jika sudah mencapai nisab (standar penghitungan kekayaan minimal) dan juga haul (batas waktu yang ditentukan) zakat.

Hukum zakat fitrah banyak tertera di berbagai ayat Al Qur'an sebagaimana tertera pada ayat-ayat berikut:

"Dan dirikanlah shalat serta tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku." (QS: Al-Baqarah 2:43)

"Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan". (QS: Al-Baqarah 2:110)

Adapun fungsi dari zakat fitrah adalah untuk membersihkan atau menyucikan diri dari harta-harta yang dimiliki di dunia. Jadi jelas sudah perihal kewajiban masing-masing muslim untuk membayar zakat fitrah di bulan puasa Ramadhan. Lalu kapan zakat fitrah dibayarkan?.

Zakat Fitrah adalah zakat yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan atau bulan puasa yang dibayarkan paling lambat sebelum kaum muslim selesai menunaikan ibadah sunah Shalat Ied. Dan apabila pelaksanaan zakat dilakukan setelah melewati batas tersebut, maka zakat tersebut bukan lagi masuk kedalam kategori zakat, akan tetapi berupa sedekah biasa. Salah satu hadist yang memperkuat hal tersebut adalah: 

"Bahwa Rasulullah memerintahkan agar zakat fitrah diberikan sebelum orang-orang Islam pergi untuk menunaikan ibadah shalat Idul Fitri (Shalat Ied). (Hadist Shahih Muslim 1645)"

Adapun cara dalam melakukan melakukan zakat fitrah adalah bisa dengan membayar sebesar satu sha' (1 sha'=4 mud, 1 mud=675 gr). Perhitungan tersebut jika di implementasikan dalam bentuk yang lebih general lagi kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok (tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi'i dan Maliki).

Sebagai contoh jika di Indonesia sebagian besar penduduknya mengkonsumsi beras maka zakat bisa dibayarkan dalam bentuk beras. Zakat juga bisa dilakukan dalam bentuk uang yang setara dengan besaran harga beras dikalikan dengan jumlah berat beras yang wajib dibayarkan.

Zakat pun akan sempurna jika dibarengi dengan keihklasan serta niat yang tulus. Adapun bacaan niat bayar zakat adalah sebagai berikut:

Pengertian zakat fitrah, hukum, waktu, niat dan cara membayar zakat fitrah
Niat bayar zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga
Pengertian zakat fitrah, hukum, waktu, niat dan cara membayar zakat fitrah
Niat bayar zakat fitrah untuk orang lain
Pengertian zakat fitrah, hukum, waktu, niat dan cara membayar zakat fitrah
Ucapan doa saat menerima zakat
Demikianlah sedikit pembahasan mengenai pengertian zakat fitrah, hukum, waktu, niat dan cara membayar zakat fitrah yang pada kesempatan kali ini di posting oleh spektrumdunia.com yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber di internet yang membahas mengenai zakat fitrah. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat sekaligus referensi bagi wawasan Anda seputar kewajiban zakat fitrah di bulan Ramadhan.

sumber-sumber penulisan: 
http://media-islam.or.id/2009/09/02/panduan-membayar-zakat-fitrah-dan-zakat-maal/
http://id.wikipedia.org/wiki/Zakat_Fitrah#Penerima_Zakat
(red: Media berita online)

0 comments:

Cari artikel

Memuat...
Berjibaku.com adalah sebuah tempat dimana Anda dapat menemukan dan membaca artikel-artikel wawasan yang mungkin bermanfaat dan menarik untuk dibaca.

Featured Post